Selasa, 15 Januari 2013

PENGARUH KEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN


1.1   Latar Belakang
 Dewasa ini perkembangan dunia kerja ditandai dengan semakin kerasnya persaingan yang ada dan sempitnya lapangan kerja yang tersedia, hal inilah yang menjadi penyebab dan faktor utama bertambahnya tingkat pengangguran yang sedang dialami Indonesia saat ini
Masalahnya adalah banyak perusahaan yang pada saat penerimaan calon tenaga kerja atau dalam hal ini adalah disebut sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) lebih mengutamakan menerima calon tenaga kerja yang berasal dari lulusan luar negeri atau dari lulusan perguruan tinggi negri atau swasta yang terkemuka karena menurut pandangan mereka bahwa para lulusan dari perguruan tinggi tersebut lebih bermutu (qualified) inovatif, kreatif, dipandang lebih bergengsi dan membanggakan untuk membangun image perusahaan yang lebih maju dan terdepan.
Namun sebenarnya tidak sedikit pula SDM yang berasal dari lulusan dalam negeri ini yang lebih bermutu (qualified) kreatif, inovatif, memiliki integritas, memiliki potensi dan lebih kompeten hanya saja terbentur masalah kesempatan, koneksifitas (hubungan dengan para pengusaha atau beberapa orang yang memiliki posisi penting dibeberapa perusahaan), relasi (kenalan atau rekan dalam hubungan bisnis) yang lebih kuat atau memiliki kesempatan kerja lebih baik.
Begitupun dengan dunia usaha, perdagangan dan perindustrian persaingan dalam dunia ini adalah sudah menjadi suatu hal yang biasa terjadi, oleh karena itu setiap perusahaan harus mempunyai strategi dan konsep yang tepat dalam mengelola sumber daya manusianya agar bisa membantu perusahaan dalam pencapaian target dan tujuan - tujuan perusahaaan melalui sumber daya manusia yang handal, integritas, berpotensi dan kompeten untuk bisa tetap exis dan bersaing di pasar.
Untuk itu setiap perusahaan harus memiliiki dan mempersiapkan serta menempatkan SDM yang handal, siap dan tanggap sesuai dengan tugas dan tanggung jawab (job discription) pada posisi dan jabatan yang sudah dipercayakan kepada SDM tersebut, pada saat ini banyak perusahaan yang maju, berkembang dan terdepan dalam menjalankan aktivitas dan operasional perusahaan memiliki sistim, prosedur dan peraturan-peraturan yang harus dipatuhi dan dijalankan oleh setiap SDM agar penyimpangan dan pelanggaran kerja tidak terjadi, supaya tetap terjaga dan terciptanya situasi dan kondisi kerja yang kondusif dan dinamis, maka setiap perusahaan mengeluarkan peraturan-peraturan atau membuat kebijakan-kebijakan (policy) dimana setiap karyawan atau SDM yang melanggar peraturan dan prosedur kerja tersebut bisa mendapatkan sanksi, dimana sanksi setiap perusahaan ini berbeda-beda, misalnya saja dengan adanya teguran, peringatan, hukuman (skors), potong gaji atau upah dan bahkan penundaan pembayaran upah. Ini dilakukan agar para SDM meningkatkan disiplin kerja, selain itu perusahaan juga memberikam penghargaan (reward) bagi karyawan yang memiliki prestasi dalam kinerjanya, ini dilakukan agar pegawai termotivasi untuk terus meningkatkan kinerjanya untuk perkembangan serta kemajuan diri dan perusahaan tempat dimana karyawan tersebut bekerja
Pada umumnya banyak perusahaan yang menganggap dirinya sudah maju, berkembang dan terdepan selalu memberikan kesempatan kerja baru bagi para calon tenaga kerja atau SDM yang memiliki potensi dan berkompeten dibidangnya  untuk dapat bergabung dan berkembang baik secara kerja kelompok  (team work) maupun kerja sendiri (independent) menjadi SDM yang solid.
Saat ini banyak calon tenaga kerja dan karyawan yang menuntut upah tinggi tanpa dibarengi dengan kualitas (mutu) dan kuantitas (hasil kerja) yang mendukung kinerja mereka yang baik dan kompeten, hasilnya banyak dari mereka yang kecewa karena apa yang diharapkan dari satu perusahaan tidak sesuai dengan keinginan dan harapan mereka dan tidak siapnya mereka dengan tuntutan perusahaan yang memiliki pergerakan atau mobilitas yang tinggi.
Sama halnya dengan perusahaan, mereka juga tidak mau mengambil resiko dengan calon tenaga kerja dan keryawan yang tidak bisa memberikan kontribusi yang baik dalam pencapaian target dan tujuan-tujuan perusahaan, faktor motivasi yang tak kalah penting dalam meningkatkan kinerja karyawan, motivasi bisa menjadi pendorong seseorang melaksanakan sesuatu kegiatan guna mendapatkan hasil yang terbaik, oleh karena itulah tidak heran jika karyawan yang mempunyai motivasi kerja yang tinggi biasanya mempunyai kinerja yang tinggi atau baik pula, untuk itu motivasi kerja karyawan perlu ditingkatkan agar karyawan dapat menghasilkan kinerja dan prestasi yang terbaik.
Pelaksanaan tugas dan pekerjaan merupakan suatu kewajiban bagi karyawan didalam suatu organisasi baik dalam organisasi pemerintahan maupun organisasi non pemerintahan, kemudian didalam pelaksanaan tugas dan pekerjaan tersebut tentunya pasti mempunyai tujuan yang sama yakni mengharapkan sutu hasil pekerjaan dan tugas yang baik serta memuaskan sesuai dengan apa yang ditentukan sebelumya.
Untuk mendapatkan suatu hasil kerja yang baik dan sesuai denga tujuan
organisasi maka setiap pimpinan suatu organisasi dapat dipastikan mempunyai
suatu aturan dan ketentuan yang dituangkan dalam bentuk kebijakan, kebijakan ini dibuat dengan maksud agar setiap komponen organisasi melaksanakan tugas sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Didalam upaya mencapai tujuan tersebut perlu adanya suatu faktor yang harus dimiliki oleh para karyawan yakni semangat kerja. Semangat kerja itu sendiri timbul dan tmbuh dalam diri karyawan yang disebabkan adanya motivasi dari pimpinan dalam arti pimpinan memberi motif atau dorongan kepada karyawan dimana motif itu sendiri menyangkut pada kebutuhan keryawan, baik kebutuhan batun maupun kebutuhan lahir, oleh karena itu pemberian motif oleh pimpinan merupakan suatu kewajiban yang harus dijalankan agar tumbuh dan timbul semangat kerja dalam diri karyawan tersebut. Sebab keberhasilan karyawan sangat tergantung dari motivasi dan kebujakan yang diberikan oleh pimpinan.
Pemberian motif merupakan proses dari motivasi, motivasi itu sendiri merupakan proses pemberian motif (penggerak) kepada para bawahan sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas.
Sadar akan betapa pentingnya karyawan dalam organisaasi, maka sangat disayangkan karena pada kenyataannya sumber daya manusia belum optimal, hal ini dapat dipastikan dengan membuktikan gejala-gejala dan masalah yang terjadi berhubungan dengan kinerja karyawan, antara lain:
1.     Banyak terlihat beberapa karyawan justru banyak menganggur dari pada menyelesaikan pekerjaannya.
2.     Pada saat jam kerja berlangsung, masih terdapat beberapa orang karyawan yang tidak mau bekerja sama yaitu melakukan kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan atau tugas utama.
3.     Masih adanya beberapa orang karyawan yang terlambat datang ke tempat kerja atau meninggalkan kantor sebelum waktunya.
Penyelenggaraan motivasi sangat penting dikaitkan dengan upaya peningkatan semangat kerja karyawan dilingkungan PT BJA., rendahnya motivasi kerja sangat dipengaruhi oleh perhatian pimpinan dalam meningkatkan profesionalisme dan kinerja serta etos kerja karyawan.
 Sebagaimana diketahui manfaat terhadap pemberdayaan sumber daya manusia sangat besar bagi upaya mencapai tujuan organisasi dalam mencapai kesuksesan yaitu:
1.     Menambah wawasan agar mencapai visi perusahaan.
2.     Mengembangkan kemampuan.
3.     Menanamkan “sense of belonging” (rasa ikut memiliki) agar loyal dan memiliki dedikasi.
4.     Menumbuhkan semangat agar memiliki motivasi.
5.     Meningkatkan etos kerja agar mempunyai komitmen yang tinggi.
Semangat kerja sedikit banyaknya dipengaruhi oleh perilaku pimpinannya, perilaku pimpinan yang baik yaitu:
1.     Seorang pimpinan harus selalu berfikir positif, antusias, mampu memahami dan menghargai pihak lain (bawahan), tetap tenang saat dalam situasi menegangkan, tetap optimis, tidak mengumpat terhadap bawahan, menjelasan kesalahannya pada waktu dan tempat yang tepat.
2.     Tidak menunda jawaban atau memberi jawaban  yang mengambang.
Memberi perintah dengan gaya minta tolong.
3.     Tidak lupa memberi hadiah atau penghargaan.
 Hal tersebut sangat mempengaruhi semangat kerja karyawan dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya.



@@@   Good Luck @@@



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar